Keterlibatan Australia Atas Perang Vietnam

Pada bulan Juli 1967 Presiden Lyndon B. Johnson mengirim dua penasihat utamanya, Clark Clifford dan Jenderal Maxwell Taylor, ke Australia dan Selandia Baru dengan misi mendesak. Hawks dan merpati bertempur di Washington. Menteri Pertahanan Robert McNamara mengajukan pengunduran diri dengan sebuah pengakuan yang dia pimpin telah gagal.

Di tengah pertempuran ini, Jenderal William C. Westmoreland menuntut eskalasi substansial dalam jumlah pasukan Amerika, sekitar 400.000 pada awal tahun ini. Untuk mendapatkan peningkatan dari Kongres yang semakin kritis, Johnson harus menunjukkan bahwa sekutu Amerika, terutama demokrasi seperti Australia dan Selandia Baru harus membayar dengan cara mereka sendiri.

Untuk meningkatkan komitmen mereka. Seperti yang dikatakan Clifford  kepada pemerintah Selandia Baru,  tentara Selandia Baru bisa menghasilkan 50 orang Amerika.

Prospek misi Clifford Taylor terlihat bagus di Australia, dimana pemerintah konservatif secara terang-terangan kepada Hawkish. Ketika pejabat Amerika meninjukkan untuk yang pertama kalinya pada bulan Desember 1964, bahwa pemerintah telah mempertimbangkan untuk mengirim pasukan tempur ke Vietnam untuk sebuah kontribusi Australia yang akan diterima.

Tampaknya ada sedikit peningkatan dalam tim penasehat yang terdiri dari 83 tentara berada di Vietnam Selatan. Sebagai gantinya Robert Menzies, perdana menteri Australia yang telah lama bersekutu, mengirim sebuah batalyon dari 800 tentara, meskipun peran mereka sama seperti strategi Amerika pada umumnya belum jelas.

Menurut Menzies ini sudah menjadi risiko dalam kebijakan Amerika dan bukanlah penjangkauan strategis tapi isolasionisme, yang ditarik oleh Amerika dari Asia dalam menghadapi kekalahan yang sangat berarti bagi Australia dan tetangganya.

Sebagai pemuda militer selama Perang Dunia I dan sebagai perdana menteri muda pada saat pecahnya Perang Dunia II, dia tahu betapa menyakitkannya bagi Inggris dan wilayahnya untuk berperang tanpa Amerika. Dia harus memastikan langkah yang komitnen di Amerika untuk mencapai sebuah kemenangan yang pasti.

Strategi pertahanan Australia setelah tahun 1945 adalah membuat komitmen militer yang kecil yang efektif untuk menjaga Inggris dan Amerika Serikat, dinyatakan oleh Menzies yang memberi berkomitmen ke Asia Tenggara.

Orang Australia punya alasan kuat untuk percaya pada teori domino. Sejak 1945, Asia Tenggara menjadi caldron konflik yang diciptakan oleh kombinasi dekolonisasi yang kompleks, Perang Dingin dan persaingan lokal yang telah pada tahun 1964 sewaktu dalam kekritisan.

Malaysia menghadapi konfrontasi dengan Indonesia, dimana partai komunis terbesar ketiga di dunia ini semakin meningkatkan pengaruh. Presiden Indonesia Sukarno telah menerima senjata dari Uni Soviet dan membual tentang hubungan ideologis dekatnya dengan China, Korea Utara dan Vietnam Utara.

Ketegangan antara pemerintah, didominasi oleh orang Melayu di Kuala Lumpur dan negara Tionghoa Singapura akan menyebabkan pengusiran Singapura dari Malaysia pada Agustus 1965. Orang-orang Thailand dan Filipina memiliki pemberontakan domestik yang tidak stabil.

Di lingkungan yang mudah berubah ini, banyak orang Australia menganggap komitmen militernya cukup kecil, dengan kombinasi dukungan polotik dan diplomatik yang kuat untuk Amerika Serikat. Dikombinasikan dengan dukungan politik dan diplomatik yang kuat untuk Amerika Serika.

Pada tahun 1966 penerus Menzies, Harold Holt, telah menambahkan batalyon kedua atas komitmen Australia tersebut. Gedung Putih bahwa Australia “sepanjang jalan dengan LBJ,” Sebuah rumah tun penuh untuk merayakan kemenangan oleh presiden incumbent yang akan berkunjung ke Australiam, dengan sebuah kemengana atas kebijakan Vietnam. Pada awal 1967, dia menjadikan Australia menjadi salah satu dari tiga negara yang menyediakan aset angkatan laut dan angkatan udara.

Pada saat Clifford dan Taylor bertemu dengan kabinet Holt pada bulan Juli, suasana hati telah berubah. Gerakan anti perang Australia sedang mengumpulkan momentum, terinspirasi dari sebagian korban militer muda. Sistem ini telah diperkenalkan dengan Indonesia yang bukan hanya sekedar Indocina, namun pada tahun 1967 situasi regional telah berubah total.

Kudeta di Indonesia pada akhir 1965 menggantikan Sukarno rezim militer pro-Barat, dengan menyingkirkan komunis yang telah di tuduh. Konfrontasi Malaysia secara resmi berakhir pada bulan Agustus 1966. Malaysia dan Singapura  berhasil terpecahkan. Thailand dan Filipina sudah merasa aman dengan perpecahan ini. Llima negara ini telah membentuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dengan sebuah kerja sama regional.

Setelah perubahan ini, menteri Australia merasa kesulitan untuk membenarkan biaya politik dan keuangan Vietnam yang mungkin akan meningkat. Ketika Clifford dan Taylor, berkunjung pada bulan juli 1967, mereka menambahkan sebuah batalion ketiga ke dalam gugusan tugas Australia. Dan tindakan inipun di dukung oleh kepala tentara Australia. Padahal Holt dan rekan-rekannya menolak dan menyatakan bahwa Australia bisa mencapai kapasitasnya.

Clifford kemudian mengatakan bahwa orang-orang Australia, telah mengirim 300.000 tentara ke luar negeri pada Perang Dunia II, untuk melakukan lebih dari 7.000 orang ke Vietnam dengan menerima penilaian komitmen dari Amerika sendiri. Kemudian McNamara digantikan sebagai sekretaris pertahanan pada awal 1968, dia mulai mengubah kebijakan Amerika menjadi de-eskalasi dan penarikan mundur.

Dari tahun 1968 dan seterusnya, kepemimpinan Australia terbelah antara tekanan politik karena keterkaitan kebijaksanan yang di terapkan oleh kebijakan “Vietnamiidasi” oleh Presiden Richard M. Nixon. Pada akhir tahun 1971 elemen terakhir dilakukan pada bulan Desember 1972.

Pada saat ini sekitar 60.000 personel layanan Australia bertugas di Vietnam. Jumlah korban tewas resmi adalah 521, konflik terbesar ketiga yang pernah dialami Australia, namun jauh lebih kecil daripada dua perang dunia lainnya.

Untuk menghindari ketegangan ini, komitmen tentara Australia direkonstruksi  dapat beroperasi dengan tingkat independensi yang lebih besar dari komando militer Amerika. Sebagian besar militer di provinsi Phuoc Tuy mengambil sebagian alih di pesisi selatan untuk melindungi rute pasokan antara pelabuhan Vung Tau dan Saigon.

Protes besar terjadi setelah fenomena baru di Australia pada tahun 1960an. Gerakan moderat  mengakhiri komitmen terhadap perang dan radikal untuk merobohkan institusi kapatalisme demokrasi. Pengunjuk rasa Australia meminjam nama “Moratorium” untuk melakukan gerakan anti perang Amerika untuk demonstrasi besar pada awal 1970an. Demonstrasi Moratorium pertama terjadi pada bulan Mei 1970, sekitar 70.000 dan 100.000 orang di jalanan Melbourne.

Pengalaman pascaperang veteran Vietnam, ini juga merupakan versi yang lebih ringan dari rekan-rekan Amerika yang sudah berpengalaman. Banyak veteran Australia mengalami kerusakan kesehatan fisik dan mental. Kebanyakan penyakit disebabkan oleh bahan kimia beracun yang dikenal secara kolektif sebagai Agen Oranye.

Warga sipil Vietnam dan tentara Amerika dan orang Australia yang kurang terpapar, mereka juga sebagian besar cenderung mengalami cedera mental dan fisik oleh veteran Australia yang menyebabakan trauma, merokok dan pecandu alkohol.

Saat ini, saat orang Australia memperdebatkan masa depan aliansi Amerika di bawah administrasi Trump. Bukan berarti tidak ada perdebatan mengenai perang ini. Komitmen Barat memberi kemungkinan domino, seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Indonesia, 10 tahun untuk memperkuat politik dan ekonomi mereka.

Namun, Vietnam tetap menjadi bagian sentral dari narasi Australia-Amerika, baik atau buruk. Pendukung aliansi Australia-Amerika ingin menyatakan bahwa Australia telah berjuang bersama Amerika Serikat dalam setiap perang besar dalam 100 tahun terakhir.

Kedua asersi tersebut mengesampingkan perbedaan antara kedua komitmen tersebut. Vietnam yang berada di wilayah strategis dengan Australia, malakukan penarikan mundur oleh Amerika yang mungkin membahayakan keamanan nasional Australia. Warga Australia tidak akan menyerang Vietnam, karena ini sangat berpengaruh terhadap perubahan rezim.