10 Tentara Cantik Nazi Yang Terkenal Paling Sadis

Nazi merupakan salah satu partai ilegal Jerman yang di pimpin oleh Adolf Hitler. Nazi terkenal dengan partai yang suka melakukan siksaan, pembantaian dan juga tidak segan untuk membunuh tahanannya. Dalam kejadian ini, bukan cuman tentara pria saja yang melakukan tindakan yang tidak terpuji tersebut, tapi tentara wanita dari kelompok tersebut juga turut melakukan hal tersebut.

1. Herta Oberheuser

Herta Oberheuser (15 Mei 1911 di Cologne, Kekaisaran Jerman 24 Januari 1978 di Linz am Rhein, Jerman Barat) adalah seorang dokter Nazi dan seorang penjahat perang di kamp konsentrasi Auschwitz dan Ravensbrück dari tahun 1940 sampai 1943. Oberheuser bekerja di kamp konsentrasi di bawah pengawasan Dr. Karl Gebhardt, berpartisipasi dalam eksperimen medis yang mengerikan (sulfanilamida serta regenerasi tulang, otot dan saraf dan transplantasi tulang) yang dilakukan pada 86 wanita, 74 di antaranya adalah tahanan politik Polandia di kamp tersebut. Dia membunuh anak-anak yang sehat dengan suntikan minyak dan evipan, lalu melepaskan anggota badan dan organ vital mereka.

Waktu dari suntikan sampai mati adalah antara tiga dan lima menit, dari orang yang sepenuhnya sadar sampai saat terakhir. Dia melakukan beberapa percobaan medis yang paling mengerikan dan menyakitkan dan fokus pada luka yang sengaja dilakukan pada subjeknya. Untuk mensimulasikan luka tempur tentara Jerman yang berperang dalam peperangan, Oberheuser menggosok benda asing, seperti kayu, kuku berkarat, potongan kaca, kotoran atau serbuk gergaji hingga luka. Herta Oberheuser adalah satu-satunya terdakwa perempuan di Pengadilan Kesehatan Nuremberg, di mana dia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Itu kemudian dikurangi menjadi 5 tahun penjara. Dia dibebaskan pada bulan April 1952 untuk perilaku yang baik dan menjadi dokter keluarga di Jerman Barat. Dia kehilangan posisinya pada tahun 1956, setelah seorang survivor Ravensbrück mengenalinya, dan izin untuk mempraktikkan pengobatan dicabut pada tahun 1958. Dia meninggal pada bulan Januari 1978.

2. Herta Bothe

Herta Bothe (lahir 8 Januari 1921) adalah seorang penjaga kamp konsentrasi Nazi selama Perang Dunia II, dipenjarakan karena kejahatan perang setelah kapitasi Nazi Jerman. Dia dibebaskan sejak dini dari penjara pada 22 Desember 1951 sebagai tindakan keringanan hukuman oleh pemerintah Inggris. Pada bulan September 1942, Bothe menjadi penjaga kamp SS-Aufseherin di kamp konsentrasi Nazi Jerman Ravensbrück untuk wanita.

Mantan perawat tersebut mengikuti kursus pelatihan selama empat minggu dan dikirim sebagai pengawas ke kamp Stutthof dekat Danzig (sekarang Gdańsk). Di sana dia dikenal sebagai “Sadist of Stutthof” karena pemukulan brutal terhadap tahanan. Sampai saat ini Herta Bothe masih hidup dan sudah berusia 96 tahun, menjadi salah satu pelaku sejarah dalam kejahatan Nazi Adolf Hitler. Lucunya ia tak pernah menyesali perbuatannya dengan alibi sebagai seorang prajurit Nazi, memang itu sudah menjadi tugasnya untuk mengabdi kepada negara.

3. Maria Mandl (Maria Mandel)

Maria Mandel (10 Januari 1912 – 24 Januari 1948) adalah seorang SS-Helferin Austria yang terkenal karena peran utamanya dalam The Holocaust sebagai pejabat tinggi di kamp pemusnahan Auschwitz-Birkenau dimana dia dipercaya bertanggung jawab secara langsung atas Kematian lebih dari 500.000 tahanan wanita.

Pada tanggal 15 Oktober 1938, dia bergabung dengan staf kamp sebagai seorang Aufseherin di Lichtenburg, sebuah kamp konsentrasi Nazi awal di Provinsi Saxony dimana dia bekerja dengan lima puluh wanita SS lainnya. Pada tanggal 15 Mei 1939, dia bersama dengan penjaga dan tahanan lainnya dikirim ke kamp konsentrasi Ravensbrück yang baru dibuka di dekat Berlin. Dia dengan cepat mengesankan atasannya dan setelah bergabung dengan Partai Nazi pada tanggal 1 April 1941, diangkat ke posisi SS Oberaufseherin pada bulan April 1942. Dia mengawasi panggilan harian, tugas untuk Aufseherinnen dan hukuman seperti pemukulan dan pemogokan.

Pada tanggal 7 Oktober 1942, Mandel ditugaskan ke kamp Birkenau Auschwitz II di Polandia di mana dia menggantikan Johanna Langefeld sebagai SS-Lagerführerin, seorang komandan perempuan di bawah (pria) SS-Kommandant Rudolf Höß. Sebagai wanita dia tidak pernah bisa mengungguli pria, tapi kontrolnya terhadap kedua tahanan wanita dan bawahan perempuannya mutlak. Satu-satunya pria yang dilaporkan Mandel adalah komandannya. Dia mengendalikan semua kamp Auschwitz wanita dan subcamps wanita termasuk di Hindenburg, Lichtewerden, Budy dan Raisko.

Banyak saksi yang mengatakan bahwa Maria Mandl adalah seorang pembunuh psikopat, setiap tahanan wanita yang berani menatap matanya akan langsung di eksekusi mati dengan cara ditembak ataupun dibakar hidup-hidup. Aksi petualangan wanita Nazi paling sadis ini pun berakhir, saat dirinya tertangkap oleh Tentara Angkatan Darat Amerika Serikat pada tanggal 10 Agustus 1945. Setelah diserahkan kepada pemerintah Polandia ia pun diadili dan dieksekusi mati dengan cara hukuman gantung.

4. Hildegard Lachert

Sebagai salah satu tentara wanita Nazi yang terkenal dengan kecantikannya. Hildegard Lachert dikenal gemar membunuh para tahanan dengan kedua tangannya sendiri. Tanpa meminta bantuan para bawahannya, wanita ini akan masuk sendirian ke dalam kamar tahanan untuk kemudian menyiksa mereka sampai mati. Atas prestasi kekejamannya, Hildegard Lachert sampai dipromosikan ketiga tempat kamp konsentrasi yakni di Auschwitz, Majdanek dan Ravensbruck untuk bertugas memberikan shock terapi kepada para orang Rom, tawanan perang soviet serta orang cacat Jerman non-Yahudi selama era perang dunia II berlangsung. Namun beruntung ia tidak dijatuhi hukuman mati dan sudah bebas di usia tuanya. Sekarang ia sering diundang untuk memberikan kesaksian-kesaksian tentang kejahatan perang Nazi Adolf Hitler sewaktu ia bergabung dulu.

5. Irma Grese

Irma Ida Ilse Grese (7 Oktober 1923 – 13 Desember 1945) adalah penjaga SS perempuan di kamp konsentrasi Nazi Ravensbrück dan Auschwitz, dia menjabat sebagai sipir perempuan dari Bergen-Belsen. Grese dihukum karena melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Auschwitz dan Bergen-Belsen yang dijatuhi hukuman mati di pengadilan Belsen. Dilaksanakan pada usia 22 tahun, Grese adalah wanita termuda yang meninggal secara yuridis berdasarkan hukum Inggris di abad ke-20.

Irma Grese yang dikenal sebagai binatang buas Belsen adalah sesuai dengan tuntutan yang diajukan terhadapnya di Pengadilan Belsen pada tahun 1945, salah satu tokoh paling jahat dan paling dibenci di kamp-kamp tersebut. Saksi mata mengklaim bahwa dia biasa memukul wanita sampai mereka pingsan. Aksi kekejamannya tak berhenti sampai disitu saja, pernah ia melepaskan ratusan anjing rabies yang sengaja tak diberi makan untuk menghabisi para tahanan. Selain dikenal sebagai pembunuh psikopat sadis, Irma Grese juga dikenal memiliki kebiasaan seksual yang tak lazim. Jika mendapati tahanan pria yang menarik hatinya, Irma akan bersenang-senang terlebih dahulu untuk memperkosa mereka selanjutnya menembak mati tepat di bagian kepala mereka.

6. Dorothea Binz

Binz menjabat sebagai Aufseherin di bawah Oberaufseherin Emma Zimmer, Johanna Langefeld, Maria Mandel dan Anna Klein-Plaubel. Meskipun dia bekerja di bawah pengawal berpangkat tinggi, Binz dikenal sebagai bintang sejati dari kamp tersebut dan kepala penjaga benar-benar dibayangi oleh wakilnya. Dia bekerja di berbagai tempat perkemahan, termasuk di dapur dan cucian. Kemudian, dia dikatakan telah mengawasi bungker tempat tahanan wanita disiksa dan dibunuh. Sebagai anggota staf komando antara tahun 1943 dan 1945, dia mengarahkan pelatihan dan memberikan tugas kepada lebih dari 100 perempuan Penjaga pada satu waktu Binz dilaporkan melatih beberapa penjaga wanita paling kejam dalam sistem tersebut, termasuk Ruth Closius.

Di Ravensbrück, Binz dikatakan telah memukul, menampar, menendang, menembak, mencambuk, menginjak dan menyiksa wanita secara terus menerus. Dia dilaporkan membawa kampak di tangan, bersama dengan seorang Gembala Jerman yang diculik dan pada saat tertentu akan menendang seorang wanita sampai mati atau memilihnya untuk dibunuh. Dia juga tidak segan untuk membunuh tahanan dengan kapaknya dan mencabik-cabiknya.

7. Juana Bormann

Ini merupakan Attendant perempuan dan penjaga penjara di beberapa kamp konsentrasi selama Perang Dunia II. Dia adalah seorang wanita jahat yang menikmati menonton tahanan dan korban tak berdaya mati dalam kematian yang lambat dan menyakitkan. Berasal dari keluarga berpendapatan rendah, ia bergabung dengan SS untuk mendapatkan uang lebih. Pada tahun 1939 ia mengawasi perempuan yang bekerja di kamp konsentrasi Ravensbrück.

Dia juga bekerja di Auschwitz-Birkenau, Bergen-Belsen dan Hindenburg sebagai penjaga penjara. Saksi menceritakan bagaimana dia melepaskan anjing-anjing penggembala Jermannya kepada orang yang tidak bersalah untuk dibunuh secara brutal, yang semuanya Yahudi. Dia diadili dan digantung pada 13 Desember 1945 bersama dengan perempuan terkenal Grese rekan kerja Irma.

8. Vera Salvequart

Dia adalah seorang perawat di kamp konsentrasi Ravensbrück dan memainkan peran aktif dalam proses pemusnahan. Dia meracuni tahanan yang sakit untuk mencegah mereka diangkut ke kamar gas. Dia juga mengawasi eksekusi dengan gas dari 1000 perempuan di kamp konsentrasi. Dia kemudian akan mengisi sertifikat kematian dan memeriksa mayat mereka untuk mencari emas.Pada 26 Juni 1947 ia digantung karena kejahatannya.

9. Ruth Closius-Neudeck

Awalnya wanita yang satu ini tidak terjun langsung dalam penyiksaan tawanan Nazi. Ia hanya bertugas menyeleksi tahanan Yahudi yang pantas untuk dimasukkan ke dalam kamar berisi gas beracun atau tidak. Namun karena faktor lingkungan yang begitu keras, akhirnya Ruth tertarik untuk melakukan aksi penyiksaan secara langsung. Pernah suatu hari dirinya menggorok leher tahanan hingga putus hanya dengan menggunakan sekop. Akhir hayat Ruth Closius-Neudeck sama seperti anggota Nazi pada umumnya. Ia tewas setelah dijatuhi hukuman gantung.

10. Greta Bosel

Greta Bosel dijatuhi hukuman mati atas dakwaan malpraktek terhadap tawanan Nazi. Ia sering memberikan dosis racun berkadar tinggi agar dihirup para tahanan yang sedang sekarat. Selain itu ia juga sebagai salah satu wanita yang menentukan seorang tahanan untuk bebas atau masuk kedalam kamar gas beracun.

Itulah 10 tentara wanita Nazi yang terkenal sangat sadis pada masa tersebut. Kita patut bersyukur karena hal semacam itu tidak terjadi dalam kehidupan kita.