Indy Car Sirkuit, Landasan Melingkar Super Canggih

Kedengarannya seperti suatu bencana, dimana sebuah landasan yang melingkar bisa untuk tiga pesawat lepas landas dan mendarat pada saat yang sama.
Namun, para ahli mengatakan landasan ‘Indy Car sirkuit’ bisa merevolusi perjalanan udara, memotong Crosswinds dan membuat operasi landasan yang lebih lebih efisien dan aman.

Proyek landasan yang tak berujung telah berencana mengusulkan untuk membangun 3.5-kilometer lebar strip melingkar dengan sisi-sisi membelok di sekitar bandara sehingga memungkinkan pesawat terbang atau keluar tanpa arah angin.

Menurut BBC, landasan yang melingkar tidak hanya membuat perjalanan hemat waktu saja, akan tetapi hal ini juga akan membuat kemungkinan untuk mengurangi dampak pada lingkungan bandara. Cara ini bisa memungkinkan pesawat untuk mengurangi proses pembakaran bahan bakar.

Berdasarkan desain landasan tak berujung, sistem melingkar akan dibagi menjadi 18 segmen landasan pacu yang berarti bahwa banyak titik akses. Tiga pesawat bisa mendarat dan lepas landas sekaligus karena masing-masing akan menggunakan bagian tertentu dari lingkaran. Menurut tim landasan tak berujung, sistem bekerja independen dari arah angin, tidak seperti landasan pacu yang lurus.

Ini berarti bahwa pesawat bisa lepas landas dan mendarat dari arah manapun.
Proyek ini telah membayangkan tiga skenario arahan yang berbeda: angin kencang, angin rendah, dan mengubah arah angin. Dalam situasi pertama, pesawat akan terbang ke titik touchdown itulah angin sakal.

Kondisi angin yang rendah berarti bahwa tidak ada pembatasan meteorologi, membuat interval pendaratan pendek dan menghilangkan kebutuhan untuk ruang pesawat sesuai dengan kategori turbulensi bangun.

Menurut tim landasan pacu tak berujung, sistem bekerja independen dari arah angin tidak seperti landasan pacu lurus. Ini berarti bahwa pesawat bisa lepas landas dan mendarat dari segala arah. Pesawat dapat lepas landas dan mendarat pada titik-titik dari lingkaran untuk memastikan bahwa mereka tidak memiliki crosswinds dan hanya angin sakal Hank Hesselink dari Pusat Aerospace Netherland kepada BBC.

Penumpang akan mengalami giliran, sedikit mirip ketika di udara. Karena kekuatan sentrifugal, pesawat secara otomatis akan lebih lambat dan pergi ke pusat landasan. Namun, peneliti meyakinkan bahwa penumpang tidak akan merasakan seperti berada didalam rollercoaster. Proyek ini telah memprediksikan tiga skenario arahan yang berbeda: angin kencang, angin rendah, dan mengubah arah mata angin.

Dalam situasi yang pertama, pesawat akan terbang ke titik touchdown angin sakal. Kondisi angin yang rendah akan berarti bahwa tidak ada pembatasan meteorologi, membuat interval pendaratan pendek dan menghilangkan kebutuhan untuk ruang pesawat sesuai dengan kategori turbulensi bangun.

SEJARAH LANDASAN MELINGKAR

Pada 1990-an, Angkatan Laut AS menguji gagasan menerapkan landasan pacu melingkar menggunakan jalur tes mobil sebagai analog untuk bandara konsep mereka. Tes didokumentasikan oleh Ilmu Populer pada tahun 1966, mengungkapkan Angkatan Laut melakukan uji coba pada tahun 1964 dan 1965 menggunakan track 8.400 kaki lebar membelok. Sementara pilot pada awalnya mengatakan mereka merasa seperti ‘terbang ke lubang’, mereka segera menjadi penggemar dari desain.

Beberapa pendaratan sukses dan take-off dilakukan selama tes, dengan klaim itu akan bekerja untuk kedua tujuan sipil dan militer. Akan tetapi ide itu tidak pernah terwujud. Meskipun tes pada tahun 1960, landasan pacu melingkar komersial tidak pernah dibangun, menurut BBC. Proyek landasan tak berujung yang didanai oleh Komisi Eropa itu, saat ini menggunakan simulasi untuk menguji rencana radikal.

Ada permintaan besar untuk bandara lagi. Orang benar-benar ingin terbang, Hesselink mengatakan kepada BBC. Bandara semakin padat. Landasan pacu melingkar adalah cara yang lebih efisien untuk menangani semua lalu lintas ini.