Wow, Ternyata Inilah Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Buaya

Hewan yang satu ini dikenal sangat buas dan juga pemangsa yang kejam. Tempat hidup hewan yang satu ini adalah pada sungai. Yup, hewan ini dinamakan dengan buaya. Yang paling terkenal dari hewan ini adalah mereka memiliki serangan yang cukup mematikan.

Buaya akan selalu mengandalkan kekuatan rahang yang sangat kuat, buaya biasa merobek-robek tubuh masangnya dengan teknik berguling-guling di air. Itu masih sebagian hal yang dilakukan oleh buaya. Kalau kalian ingin tahu lebih banyak tentang buaya. Simak disini ya.

Pengertian Dari Buaya

Yang dimaksud dengan buaya adalah seekor reptil yang memiliki tubuh yang sangat besar yang hidup di air. Secara ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku Crocodylidae, termasuk pula buaya sepit (Tomistoma schlegelii). Meski demikian nama ini dapat pula dikenakan secara longgar untuk menyebut ‘buaya’ aligator, kaiman dan gavial; yaitu sepupu-sepupu buaya yang berlainan suku.

Seperti yang mimin katakan tadi kalau buaya adalah hewan yang menghuni perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya. Tapi ada juga sih yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil dan mamalia, kadang-kadang juga mereka memangsa moluska dan krustasea bergantung pada spesiesnya. Buaya merupakan hewan purba, yang hanya memilliki sedikit perubahan karena evolusi semenjak zaman dinosaurus.

Ada beberapa nama daerah yang berbeda untuk menyebut buaya, seperti misalnya buhaya (Sd.); buhaya (bjn); baya atau bajul (Jw.); bicokok (Btw.), bekatak, atau buaya katak untuk menyebut buaya bertubuh kecil gemuk; senyulong, buaya jolong-jolong (Mly.), atau buaya julung-julung untuk menyebut buaya ikan; buaya pandan, yakni buaya yang berwarna kehijauan; buaya tembaga, buaya yang berwarna kuning kecoklatan; dan lain-lain.

Dalam bahasa Inggris buaya dikenal sebagai crocodile. Nama ini berasal dari penyebutan orang Yunani terhadap buaya yang mereka saksikan di Sungai Nil, krokodilos; kata bentukan yang berakar dari kata kroko, yang berarti ‘batu kerikil’ dan deilos yang berarti ‘cacing’ atau ‘orang’. Mereka menyebutnya ‘cacing bebatuan’ karena mengamati kebiasaan buaya berjemur di tepian sungai yang berbatu-batu.

Sejarah dan Evolusi Buaya

Crocodyloformes (kelompok meliputi crocodylians dan reptil yang sama tetapi punah lainnya) berevolusi selama periode Triassic, yaitu sekitar 248 juta tahun yang lalu. Crocodylians (kelompok yang mencakup buaya, buaya, gharials atau gavials, caiman) muncul selama periode Cretaceous, sekitar 98 juta tahun yang lalu, menjelang akhir Mesozoikum Era, Era Reptil.

Deinosuchus (artinya ‘buaya mengerikan’) adalah crocodylian terbesar, tumbuh hingga 50 kaki (15 meter). Itu tinggal selama akhir periode Cretaceous (sekitar 146 sampai 65 juta tahun yang lalu). Karnivora ini tinggal di tepilaut dangkal besar yang disebut dengan Laut Tethys, yang menutupi sebagian besar Amerika Utara. Itu bertahan pada ikan dan mungkin beberapa spesies dinosaurus. Sangat sedikit fosil Deinosuchus yang telah ditemukan.

Jenis-Jenis Buaya Dari  Zaman Purba Sampai Zaman Sekarang

Dibawah ini mimin akan menyajikan beberapa jenis buaya dari zaman purba sampai zaman now. Beberapa diantaranya adalah:

Buaya zaman purba

Selama ini, buaya memang sudah dikenal sebagai salah satu predator terganas di dunia. Hewan reptil ini juga dianggap sebagai salah satu seleksi alam terkejam di dunia, karena hewan ini mampu mempertahankan habitatnya sampai sekarang.

Hampir semua makhluk hidup jaman purba masih yang berhabitat diair masih ada sampai sekarang termasuk buaya. Nah, berikut ini adalah jenis-jenis buaya zaman purba yang pernah hidup di masa lalu.

  • Araripesuchus wegeneri (DogCroc)

Kalau jenis buaya purba yang ini sedikit aneh, diperkirakan dia selalu mengendus tanah atau udara saat mencari mangsa seperti anjing, selain itu jenis buaya zaman purba ini adalah salah satu buaya paling pandai dalam melarikan diri dari predator lainnya. Sama dengan DuckCroc, DogCroc juga memiliki otak yang besar.

  • Deinosuchus rugosus

Deinosuchus adalah jenis buaya terbesar yang pernah hidup di dunia, diperkirakan habitatnya di rawa-rawa di Amerika Utara sekitar 65 juta tahun yang lalu. Hewan reptil ini dianggap sebagai mesin pembunuh yang sangat mematikan.

Berdasarkan temuan bagian tubuhnya di Montana dan Texas, diperkirakan hewan ganas ini memiliki panjang tubuh sekitar 18 meter, bobotnya 5 ton dan makanannya adalah hewan besar seperti Dinosaurus.

  • Kaprosuchus saharicus (BoarCroc)

Kaprosuchus saharicus merupakan salah satu genus yang sudah punah dari mahajangasuchid crocodyliform. Hal tersebut diketahui dari penemuan tengkorak dari buaya ini ditemukan di Upper Cretaceous Echkar Formation di Nigeria.

Nama “BoarCroc” dalam bahasa Yunani memiliki arti “Kapros” yang artinya adalah babi hutan, penamaan ini mengacu pada gigi besarnya yang berbentuk taring mirip dengan taring babi hutan. Buaya ini diperkirakan mempunyai panjang badan sekitar 6 meter.

Karakteristik unik yang dimiliki jenis buaya zaman purba ini yaitu memiliki tanduk berkerut yang terbentuk dari tulang squamosal dan parietal yang keluar dari tengkoraknya.

  • Anatosuchus minor (DuckCroc)

Jenis buaya purba yang satu ini diperkirakan sangat cepat bergerak di darat dan scan otak menunjukan bahwa otak Buaya ini dikelilingi oleh kantung udara yang diduga organ turbocharged yang memerlukan pendinginan.

Jenis Buaya ini juga terbagi dalam beberapa karakteristik, selain itu jenis buaya zaman purba ini juga mempunyai otak lebih besar yang terhubung ke hidung mirip seperti Platypus yang berparuh bebek.

  • Araripesuchus wegeneri (DogCroc)

Kalau jenis buaya purba yang ini sedikit aneh, diperkirakan dia mengendus tanah atau udara saat mau pergi seperti anjing, selain itu jenis buaya zaman purba ini adalah salah satu buaya paling pandai dalam melarikan diri dari predator lainnya. Sama dengan DuckCroc, DogCroc juga memiliki otak yang besar.

Buaya zaman Sekarang

Setelah zaman sudah semakin maju maka buaya-buaya zaman purba pun mulai meninggalkan habitatnya dan kini mulai berganti dengan spersies yang baru. Beberapa spesies baru dari buaya adalah:

  • New Guinea Crocodile ( Buaya Papua Nugini )

Buaya ini juga tergolong unik karena cuman nongol di malam hari. Sepanjang siang dia berada didalam air. Sayangnya, buaya jenis ini semakin sedikit karena selalu diburu manusia.

  • Siamese Crocodile ( Buaya Siam )

Buaya ini sempar dikabarin punah. Tapi terlihat kembali pada tahun 2001 . Buaya ini hidup di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand dan Vietnam.

  • Buaya Senyulong (Tomistoma Schlegelii)

Buaya ini merupakan buaya terbesar di Sumatra, Kalimantan dan jawa. Buaya Seyulong memiliki perbedaan yang unik disbanding dengan jenis buaya lain yaitu memiliki moncong yang sempit.

  • Tomistoma

Tomistoma tumbuh rata-rata mencapai 4 meter dengan berat 210 kg. Ukuran buaya betina ini umumnya jauh lebih kecil daripada jantan, namun seekor tomistoma betina bisa berukuran 4 meter. Hewan buas ini dilaporkan pernah membunuh dan memakan seorang nelayan di Kalimantan pada tahun 2008.

  • Buaya mugger

Buaya mugger tumbuh rata-rata sepanjang 3,3 meter dan berat rata-rata 225 kg. Buaya mugger lebih suka berburu dengan penyergapan. Mereka akan bersembunyi di air keruh dan menunggu mangsa mendekat sebelum menerkam korbannya lalu menyeretnya ke bawah air sampai mati tenggelam. Buaya mugger juga dikenal mampu berburu di darat. Mereka bersembunyi di dekat jalan hutan.

Ciri- Ciri Dari Buaya

Kalau kalian ingin tahu dari ciri-ciri buaya, maka di bawah ini ada beberapa daftar dari ciri-ciri buaya.

1. Termasuk hewan berdarah dingin.
2. Hewan karnivora (pemakan daging)
3. Berkembang biak dengan nertelur.
4. Dapat bertelur hingga 6-8 butir telur.
5. Memiliki rahang yang sangat kuat.
6. Memiliki gigi taring yang sangat tajam.
7. Memiliki selaput pada bagian hidung dan mata.
8. Memiliki sepasang mata.
9. Bernapas dengan paru-paru.
10. Memiliki sisik yang sangat keras dan menutupi hampir seluruh tubuhnya.
11. Memiliki sepasang laki depan dan sepasang kaki belakang.
12. Memiliki kuku yang panjang dam tajam.
13. Umumnya memiliki kulit yang berwarna hijau tua.

Makanan Buaya

Buaya aktif di malam hari dan makan terutama pada malam hari. Buaya muda memakan serangga, udang, siput, ikan kecil, kecebong dan katak. Buaya dewasa makan ikan, burung, kura-kura, reptil dan mamalia lainnya. Buaya menela seluruh mangsanya. Gigi kerucut mereka diguakan untuk menangkap mangsa, tidak merobeknya terpisah. Buaya memiliki sekitar 80 gigi dan ketika buaya kehilangan gigi, itu dapat bertumbuh kembali.

Reproduksi Buaya

Buaya tidak duduk di telur mereka, yang diletakkan di dalam sarang, karena ini dapat menghancurkan mereka. Para Reptil ini akan membuat sarang yang hangat untuk telur mereka. Suhu sarang dapat menentukan jenis kelamin telur. Jika telur diinkubasi lebih dari 93 derajat Fahrenheit (34 derajat Celcius), maka embrio akan berkembang sebagai laki-laki dan jika suhu di bawah 86 derajat Fahrenheit (30 derajat Celcius) maka ini akan menghasilkan embrio betina.

Dengan menggunakan suhu uang seperti ini maka ini dapat menghasilkan kedua jenis kelamin. Rasio jenis kelamin alam pada penetasan adalah lima betina untuk satu jantan. Telur akan menetas dalam dua bulan, menghasilkan tukik sekitar 6 inci dengan panjang (15 cm). Betina akan selalu menjaha sarang dari para predator. Sekelompok bayi disebut ‘pod’. buaya betina akan memberikan perlindungan bagi kaum muda selama sekitar satu tahun jika mereka tetap di daerah tersebut.

Rentang hidup rata-rata dari reptil ini adalah sekitar 35 – 50 tahun, meskipun dikatakan mereka dapat hidup sampai maksimal 80 tahun. Ini lebih mungkin buaya yang hidup di penangkaran.

Apakah Buaya Memiliki Kelemahan?

Dibalik buasnya hewan ini, ada satu hewan yang mampu menciutkan nyali si buaya. Buaya bukan satu-satunya hewan yang menguasai sungai Nil. Masih ada kuda Nil yang juga terkenal buas dan bertubuh besar. Kuda Nil dewasa bisa berukuran lebih besar dari sapi. bisa tumbuh mencapai bobot maksimal hingga 3600 kg atau lebih dari 3 ton. Populasi kuda Nil di mesir masih terbilang cukup stabil.

Lantas Apa Alasan Yang Membuat Buaya Takut Dengan Kuda Nil?

Sangat perlu untuk kalian ketahui bahwa kuda Nil mempunyai kekuatan rahang yang jauh lebih kuat dari buaya. Para buaya sangat menghindari konfrontasi dengan kawanan kuda Nil. Berbekal dengan rahang yang super kuat, kuda Nil bisa dengan mudh membelah tubuh buaya menjadi dua bagian.

Biasanya buaya hanya berani melawan kuda Nil ketika dai sedang lemah ataupun sudah mati. Kuda Nil yang sudah mati, dijadikan sebagai santapan yang penuh daging bagi buaya. Kuda Nil juga bisa menyerang manusia dengan mudah krena hewan ini bisa berlari lebih cepat dari manusia.

Tercatat, kuda Nil diperkirakan pernah membunuh 3000 ribu manusia setiap tahunnya. Mereka bisa menyerang jika manusia terlalu dekat dengan ibu dan anaknya.

Demikianlah penjelasan tentang buaya pada artikel kita kali ini. Semoga kalian menyukai artikel ini ya.